Ausländer schreibt etwas auf Deutch 1

April 2014 in Köln, mit meiner "Noken" spazierengegangen

Für einen Ausländer, mir ist sehr gut deutsch zu sprechen. Das hat einen Deutsche zu mir gesagt. Ja, ich glaube, ich sehr gut deutsch sprechen kann und auch gut verstehen kann, wenn jemand auf deutch spricht. Aber für einigen Fall, besonders wenn die Junge Leute unterhalten, verstehe ich nicht ganz gut weil die manchmal sehr schnell sprechen und manchmal auch mit sehr viele Redensart, die ich nicht verstehen kann.

Es ist für mich schwierig, auf Deutsch zu schreiben. Ich schreibe sehr gern, aber auf deutsch.. das ist für mich schwierig und villeicht gefällt mir nicht auf deutsch zu schreiben. Ich versuche etwas einbischen auf deutsch zu schreiben weil ich das machen muss. An der Uni gibt es viele Module, die ich mache, erfordern die Abschlussprüfung mit Essay. also muss ich Essay früher lernen zu schreiben.

Es ist eigentlich nicht schwer, etwas auf deutsch zu schreiben wenn man egal ohne thema schreibt wie ich jetzt mache. Ich muss noch viel deutsch lernen. der DSH 2 Zertifikat, der ich gekriegt habe, ist schon genug um eine Uni zu betreten aber ich glaube nicht gut genug um alle die Vorlesungen zu verstehen. Deutsch muss man lange lernen. Man kann deutsch sparchige Zertifikat mit etwas "Trick" kriegen aber man kann nicht so einfach deutsch beherrschen. Dann beginne ich jetzt auf deutsch zu schreiben und ich versuche Schreiben auf Deutsch zu lieben. wie mein Lehrer früher zu mir gesagt habe, "wenn du etwas beherrschen möchtest, dann musst du das zuerst lieben".

Persiapan Kuliah Di Jerman Dengan Hemat

Mau kuliah di jerman tapi tidak tau mau mulai dari mana? saya juga pernah mengalami hal yang sama. Dari pada bingung dan ikut bermacam-macam seminar "study abroad" dan menghabiskan banyak uang, beberapa pengalaman saya ini mudah-mudahan dapat bermanfaat dan membantu: 

1. Mendaftar (Bahasa Jerman penting, english is ok).
Jika anda menguasai bahasi asing seperti bahasa inggris atau lebih baik lagi bahasa jerman atau setidaknya anda sedikit mengerti salah satu dari kedua bahasa tersebut, anda sudah dapat mendaftar kuliah di berbagai universitas di jerman. Sebagian besar universitas di jerman menerapkan pendaftaran secara online dan sangat mudah, pendaftaran juga bisa dilakukan dalam bahasa inggris atau jerman. sebagai contoh adalah pendaftaran online di universitas tempat saya belajar di uni-muenster.

sambil mendaftar tentu anda bisa menggunakan kamus/google translate jika ada pertanyaan yang tidak anda mengerti. Selain itu, pendaftaran anda bisa di-pending dan "save" dulu jika ada dokumen yang belum tersedia dan bisa anda lanjutkan nanti.

Deutschland: Chapter II

Jika cerita hidup tertulis dalam book of life, maka perjalanan saya besok ke Jerman bisa diberi judul Deutschland Chapter II. Dalam Bab "Deutschland" Chapter I yang dimulai 16 Februari 2009, banyak hal yang terjadi yang kemudian membentuk kedewasaan saya sebagai seorang mahasiswa dan juga sebagai seorang manusia. Perjalanan saya yang kedua kalinya untuk kembali menuntut ilmu di jerman besok adalah jawaban Tuhan atas doa saya saat saya memutuskan untuk pulang ke Indonesia beberapa tahun yang lalu.

Besok saya berangkat dengan status yang berbeda, saya adalah seorang suami dan bapak dari seorang anak. Saya bukan lagi seorang mahasiswa yang tidak harus memikirkan orang lain selain dirinya sendiri. Kini kehidupan saya bukan lagi kehidupan saya sendiri tetapi kehidupan sebuah keluarga. Sebagai seorang Bapak saya punya tanggung jawab terhadap istri dan anak yang saya tinggal untuk sementara. Saya berkomitmen untuk bekerja keras demi mereka. Demi hari nanti, hidup kita nanti.

Saya bukanlah orang yang menyukai perjalanan panjang. Perjalanan besok akan dimulai dari Bandung kemudian Jakarta- Doha - Frankfurt - Muenster. Jika dibandingkan dengan penerbangan pertama ke Jerman yaitu dari Jogjakarta -Jakarta-Doha-Frankfurt - Saarbruecken - Bremen dan perjalanan lainnya yang lebih panjang yaitu Jayapura-Makassar-Jakarta-Dubai-Hamburg-Bremen, perjalanan besok boleh dibilang tidak seberapa.

Kiranya Tuhan menyertai perjalanan saya besok dan senantiasa memberkati apa yang saya kerjakan di episode Deutschland Chapter II yang akan dimulai 15 Maret 2014 ketika saya tiba di Frankfurt nanti.

Sopir Angkot & Anak Sekolah

Kontras atau sangat berbeda jauh dengan apa yang pernah saya alami waktu jaman sekolah dulu. Itulah yang melintas dipikiran saya ketika melihat sopir angkot di bandung memperebutkan seorang penumpang, apalagi ia hanya seorang anak sekolah. "Ayo neng.. kosong.. ayo... langsung jalan" rayu supir angkot yang ditanggapi dengan muka kecut & tidak perduli anak sekolah itu.

Pada masa sekolah saya dulu, terutama saat duduk dibangku SD & SMP (pada rentang tahun 1994-2003), sangat sulit untuk mendapatkan transportasi ke sekolah apalagi transportasi pulang dari sekolah. Saya tinggal di argapura & sekolah saya di hamadi angkatan laut. Antara rumah dan sekolah, angkot yang saya tumpangi harus melewati pasar di hamadi. Selain di pagi hari banyak ibu-ibu yang akan pergi ke pasar, anak sekolah biasanya membayar angkot lebih murah dibanding masyarakat umum.

Dilema Beng-Beng, Coca-cola & Satria Baja Hitam

Taxi di kota Jayapura
Ketika mengitari kota bandung menggunakan angkot, ada seorang anak kecil menggunakan seragam sekolah duduk di depan di samping supir angkot itu, ia meminum es sirup sambil bercakap-cakap dengan supir, dari percakapan mereka terlihat bahwa supir angkot itu adalah bapaknya. Aku tersenyum melihatnya....

Sore itu sehabis mandi, aku sedang duduk-duduk diruang tamu sambil menonton TV. Sore itu sekitar jam 5 sore, acara favoritku tayang jam 7 malam waktu Papua, Satria Baja Hitam, aku tidak sabar menunggu kelanjutan episode sebelumnya,

Tuhan, BersamaMu Aku Bisa Menanggungnya

Karena hidup banyak rasa....
Kalimat sebuah iklan di tv ini, menggambarkan bagaimana hidup memiliki banyak kejadian yang tidak selalu menyenangkan, tetapi juga tidak selalu menyedihkan. Bagiku, jika hidup sudah berjalan sampai disini dan aku masih bisa menjalaninya lagi, aku sangat bersyukur. 

Acara Talk Show yang dibawakan pesulap terkenal dalam sesi "question of life" menayangkan bagaimana pembawa acara tersebut (yang nama belakangnya sulit aku eja) menanyakan pertanyaan kepada bintang tamunya: Dulu atau sekarang?? kebanyakan dari tamu-tamu menjawab "Sekarang", tentu dengan berbagai alasan, atau mereka hanya menjawab demikian untuk menjaga citra. tapi bagiku, dalam situasi apapun kondisiku saat ini, aku pasti menjawab sekarang. Siapa yang mau menghidupi hidup di masa lalu? atau tidakkah kita bersyukur sudah sampai disaat ini?

Peluang dan Kesiapan

Keberhasilan datang ketika peluang bertemu dengan persiapan yang baik. Setiap orang akan memperoleh peluang/kesempatan, entah itu sekarang, besok atau nanti. Peluang pasti akan datang. Yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk menyambut peluang itu. Peluang yang datang seperti pencuri.

Aku seperti orang yang hidup mengikuti arus, entah apa itu benar atau tidak, akupun tidak mengetahuinya. Hidupku berjalan sesuai dengan keputusan-keputusan yang kubuat, dan aku selalu memanfaatkan peluang yang diberikan kepadaku walau terkadang hidup berjalan tidak seperti yang aku kehendaki.

Bapak Yang Baik


Malam itu bapak membangunkanku lagi, ia mengantarku ke toilet untuk buang air kecil, waktu kecil aku sering ngompol, kadang aku tahan rasa buang air kecilku hanya karena aku takut ke toilet. Maklum toilet rumah kami letaknya di belakang dan agak gelap karena hanya dihiasi lampu kecil yang redup. Setiap pagi aku bangun, pasti bapak sudah bangun duluan. Pagi itu mungkin ia sedang membaca buku-buku rohani atau ia hanya makan Pinang sambil memandangi jalan.

Bapak, ia jarang ngobrol, ia juga jarang bertanya kondisi kami anak-anaknya, itu sudah sifatnya. Kalau bertanya kondisi kami mungkin cuma sepatah dua kata. Apalagi berbicara lewat telepon, ia jarang menelpon, akupun sebenarnya tidak terlalu gemar berbicara di telepon, mama yang sering menelpon dan berbicara panjang lebar, kalau bapak, ia jarang berbicara di telepon, jangankan di telepon, kami memang jarang bercakap-cakap.

Komputerku, Kawanku!

Di waktu senggang hampir sebagian besar waktuku aku habiskan didepan komputer, kebiasaan ini dimulai sejak aku merantau ke jakarta, salatiga, jogja hingga ke jerman. Komputer pertamaku adalah sewaktu aku duduk dikelas dua SMA, aku membeli sendiri CPU dari uang hadiah setelah aku mengikuti OSN 2005 di jakarta dan mendapat medali. Uang itu kemudian aku titipkan ke guruku yang mengerti banyak tentang komputer, waktu itu tujuan aku membeli CPU adalah untuk menonton video dan bermain game.

Sebuah Paradox (Part.2)

Setelah di jerman akupun memulai aktivitas akademikku yang sempat aku tinggalkan. Dimulai dari mengembalikan beberapa buku yang aku pinjam ke perpustakan, aku harus membayar denda hingga hampir satu juta rupiah dari sekitar 5 buku yang tidak aku kembalikan lebih dari dua bulan. Kemudian aku harus mempersiapkan diriku untuk menghadapi ujian beberapa hari lagi, waktu libur yang seharusnya aku gunakan untuk mempersiapkan diri sebelum ujian, tidak efektif aku gunakan karena penyakit yang masih aku derita. Aku tetap berusaha, ujian tetap kujalani walau aku tahu nilaiku pasti tidak begitu bagus.

Sebuah Paradox (part. 1)

Kehidupan memiliki musimnya sendiri; perubahan dari ketidak dewasaan menjadi dewasa, pergumulan menjadi penyerahan, pergolakan menjadi kedamaian, percaya menjadi pengertian, dan menabur menjadi menuai. Kehidupan bukanlah suatu yang linear, dimana kita pindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Hidup tidaklah seperti itu. Hidup lebih mirip lingkaran. Ada saatnya sepertinya kita harus kembali ke awal, bertobat lagi, mengulang kembali pelajaran yang telah kita abaikan dalam kehidupan rohani kita.

Pencitraan atau bukan?


Beberapa minggu yang lalu saat di gereja, pendeta memberikan sebuah pertanyaan ke jemaat "mengapa bunga di ladang mekar? ada yang menjawab "agar dihinggapi kumbang" ada juga yang menjawab "agar terlihat indah" dan banyak jawaban lainnya.

Pendeta itu tersenyum dan memberikan jawaban yang tidak diharapkan "bunga itu mekar karena memang dia ingin mekar". walau ia tidak dihinggapi kumbang, ia tetap ingin mekar, atau walau tidak dilihat orang ia tetap ingin mekar. ya.. bunga itu mekar tanpa alasan. Ia hanya ingin mekar.

Dulu saya pernah berkata pada kekasih saya yang sekarang sudah menjadi istri saya "jangan bertanya kenapa saya mencintaimu", saya berkata kepadanya kalau pertanyaan itu seperti menanyakan "kenapa hujan turun ke bumi?", hujan turun ke bumi karena sudah saatnya untuk hujan, tentu ada alasan ilmiah yang mendasari proses terjadinya hujan, tetapi hujan turun ke bumi karena memang sudah saatnya untuk hujan. saya mencintaimu karena memang saya ingin mencintai kamu!.

Hari yang biasa-biasa saja

hari-hari yang biasa-biasa saja, hari tanpa ada permasalahan yang berarti, atau hari tanpa ada kesenangan yang berarti, cuma hari yang biasa-biasa saja. Syukur kepada Tuhan buat hari yang biasa-biasa itu, karena hari yang biasa-biasa itu tidak tiap hari terjadi. kadang datang hari dimana sangat terasa berkat Tuhan, lewat berkat material, lewat kabar baik, lewat orang-orang yang kita sayangi, atau lewat apa saja yang menghadirkan kebahagiaan, bersyukurlah untuk hari-hari itu, nikmati hari-hari itu dengan bijak dan sadar bahwa hari-hari senang ini juga akan berlalu. Juga untuk hari-hari yang sulit, hari-hari yang penuh dengan masalah, hari-hari yang terasa gelap, hari-hari dimasa kekeringan, hari-hari yang sangat menyusahkan hati, bersabar dan tabah buat hari-hari itu karena memang hari-hari itu pun akan berlalu.

About Me

My photo
.. what a wonderful world .. ..life to happy, happy to life.. ..i love my family.. ..Jessy & Given..

Followers