Menjangkau yang Tidak Terjangkau, Melayani yang Tidak Terlayani

(dalam rangkan HUT BPOM ke 31)

Kota Tiom, ibukota kabupaten Lanny Jaya bukan lagi tempat yang terpencil dan sulit untuk di akses karena telah dibangun jalan dari Kota Wamena menjuju Tiom diperlukan waktu sekitar 4 hingga 5 jam perjalanan. Lanny Jaya dahulu hanyalah aku kenal lewat media yang memberitakan konflik bersenjata, penyenderaan, pembunuhan dan lain sebagainya. Perjalanan melintasi gunung dan lembah dari Wamena menuju Tiom sedikit meresahkan hatiku dengan berbagai macam kekhawatiran yang melayang di benakku, apalagi disepanjang perjalanan supir menceritakan bahwa dirinya pernah mengalami peristiwa penyanderaan saat mengangkut barang sembako dari Wamena menuju Tiom. Namun hatiku terhibur dan takjub dengan pemandangan indah dan menakjubkan khas pegunungan tengah Papua sepanjang perjalanan kami menuju kota Tiom.

 

Setelah menyelesaikan kegiatan Pengawasan Obat dan Makanan di Kota Tiom, kami berencana mengunjungi Distrik Pirime. Distrik Pirime belum pernah dikunjungi sebelumnya oleh petugas Balai Besar POM di Jayapura karena akses ke Distrik tersebut yang cukup jauh, belum lagi isu-isu keamanan yang perlu untuk menjadi pertimbangan kami, namun setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lanny Jaya, kami memutuskan untuk mengunjungi distrik Pirime, dengan tekad bahwa masyarakat di distrik Pirime atau dimanapun berada perlu juga untuk mendapatkan pelayanan dan edukasi dari Badan POM terkait dengan isu keamanan obat dan makanan.

 

Hari itu di Puskesmas Pirime, setelah bertemu dan menyampaikan maksud kedatangan kami kepada kepala Puskesmas Pirime, kami kemudian melaksanakan kegiatan kami di Puskesmas khususnya di bagian pengelolaan obat dan vaksin. Tidak banyak petugas di Puskesmas tersebut. Saat kami datang, tidak terdapat seorangpun dokter yang sedang melakukan pelayanan kesehatan. Saat itu terdapat seorang Suster dan seorang Bidan yang melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sedang menunggu untuk dilayani. Pelayanan kefarmasian dilakukan oleh seorang tenaga teknis kefarmasian dari Program Nusantara Sehat yang dalam waktu beberapa saat lagi akan pergi meninggalkan Puskesmas tersebut.

 

Setelah beberapa saat di apotek dan gudang farmasi Puskesmas, kami kemudian mengunjungi ruang penyimpanan produk rantai dingin atau vaksin. Sangat sedih hatiku ketika melihat bahwa hampir sebagian besar vaksin yang disimpan di kulkas penyimpanan vaksin telah rusak yang ditunjukan oleh indikator mutu vaksin tersebut. Apalagi setelah menggali informasi dari petugas pengelola bahwa vaksin-vaksin tersebut baru saja digunakan hari sebelumnya untuk kegiatan vaksinasi anak-anak di sekitaran Puskesmas tersebut. Tentunya kejadian ini adalah sebuah musibah dan kegiatan vaksinasi yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan vaksin yang tidak memenuhi syarat mutu tersebut perlu untuk dilakukan vaksinasi ulang

 

Vaksinasi dengan produk yang telah rusak tentunya tidak dapat memberikan dampak kekebalan seperti yang dinginkan. Terbesit di pikiranku kejadian wabah campak dan gizi buruk yang sebelumnya pernah terjadi di Kabupaten Asmat daerah selatan Papua. Hal tersebut menyita perhatian banyak pihak dan media hingga ke pemimpin-pemimpin Negri ini. Tentunya akses transportasi yang sulit dan banyak hal lainnya menjadi penyebab kejadian yang merenggut banyak nyawa tersebut.

 

Sebenarnya tempat-tempat penyimpanan vaksin di daerah-daerah terpencil telah dilengkapi dengan tenaga surya, sehingga jika terjadi pemadaman listrik di daerah tersebut, suhu vaksin bisa tetap terjaga pada rentang suhu yang diperyaratkan (2-8 0C), namun kurang terjaganya rantai distribusi yang begitu panjang menjadi salah satu faktor penyebab mutu vaksin yang menurun.

 

Dapat kita bayangkan bagaimana perjalan panjang vaksin-vaksin tersebut mulai dari Jakarta ke Gudang Farmasi Provinsi di Kota Jayapura, kemudian dikirim melalui pesawat ke Wamena, dari Wamena haruslah dibawa melalui jalan darat ke Kota Tiom kemudian dari Tiom perlu di distribusikan lagi ke distrik-distrik. Bahkan dari ibu kota kabupaten ke distrik ada yang harus menggunakan pesawat atau berjalan kaki berhari-hari. Sepanjang perjalanan dari jakarta hingga ke tempat-tempat terpencil tersebut haruslah dikawal ketat rantai distribusinya sehingga mempertahankan suhu  dipersyaratkan.

 

Hasil pengawasan Balai Besar POM di Jayapura terkait pengelolaan sediaan farmasi di beberapa Puskesmas yang tersebar di Provinsi Papua pada rentang waktu Tahun 2019 - 2021, setidaknya masih terdapat 39,6% (44 dari 111) Puskesmas yang memperoleh hasil buruk (D) atau tidak memenuhi ketentuan (TMK). Sebagian besar hasil temuan tersebut terkait dengan penyimpanan produk rantai dingin yang pengelolaannya belum sesuai dengan yang dipersyaratkan. Beberapa kendala yang kami temui di lapangan khususnya di daerah-daerah terpencil atau sangat terpencil adalah kurangnya SDM yang memadai untuk melakukan pekerjaan pengelolaan sediaan farmasi atau pengelolaan produk rantai dingin tersebut. 

 

Walaupun sarana dan prasarana cukup memadai, namun kurangnya tenaga atau SDM yang memadai terkadang merupakan kendala-kendala yang perlu untuk diperbaiki kedepannya. Tentunya hasil pengawasan dan rekomendasi Badan POM terkait permasalahan-permasalahan pengelolaan sediaan Farmasi yang ditemui di sarana pelayanan kesehatan diharapkan dapat diperberbaiki untuk kualitas pelayanan dan kesehatan masyarakat yang lebih baik lagi.

 

Rantai distribusi yang sangat panjang dari pulau jawa ke Papua juga berlaku untuk produk pangan. Banyaknya produk pangan kedaluwarsa yang ditemukan petugas Badan POM di daerah-daerah pegunungan tengah Papua atau daerah-daerah terpencil menjadi salah satu indikatornya. Pemilik toko atau kios di daerah tersebut mengeluh pendeknya tanggal kedaluwarsa produk-produk yang mereka terima dari distributor, sehingga menjadi penyebab banyaknya produk mereka yang tidak sempat terjual (kedaluwarsa duluan). Parahnya lagi produk-produk tersebut tidak bisa untuk dikembalikan lagi ke distributor karena lokasi distributor yang sangat jauh. Kedatangan petugas Badan POM untuk selalu mengingatkan pelaku-pelaku usaha agar selalu mengecek produk yang diterimanya sebelum didistribusikan kembali ke masyarakat. Pelaku usaha di daerahpun kami dorong untuk selektif memilih distributor sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak.

 

Di masa pendemi Covid-19 dimana perekonomian sempat lesu dan berdampak kepada beberapa pelaku usaha, terdapat beberapa toko yang mengurangi karyawan sebagai dampak kurangnya pemasukan toko. Hal ini menyebabkan kurangnya kontrol terhadap barang di etalase jualannya, sehingga petugas Badan POM masih menemukan terdapat beberapa toko yang menjajakan produk-produk tidak memenuhi syarat (rusak/expired). Kehadiran petugas Badan POM untuk memastikan dan selalu mengingatkan kembali kepada pelaku-pelaku usaha bahwa pentingnya menjaga mutu dan kualitas pangan yang dijualnya di era pendemi Covid-19. 

 

Menjaga mutu dan kualitas obat dan makanan merupakan tanggung jawab kita bersama, dimulai dari produsen hingga ke tangan konsumen. Merupakan sebuah konsekuensi dan tantangan yang harus kita hadapi dalam mengawal obat dan makanan yang bermutu di negara kita yang sangat besar dan luas hingga ke pelosok-pelosok daerah yang jarang di jangkau oleh kita, sehingga tidak adalagi kejadian-kejadian seperti yang pernah terjadi di kabupaten Asmat. Semua demi Indonesia yang sehat dan maju.

Awal Perjuanganku di Luar Papua

Mungkin boleh dikatakan kalau aku adalah seorang penurut atau kehidupanku berjalan seadanya saja, sebagaimana arah kehidupan itu berjalan. Aku seakan-akan hanya mengikuti arus hidup. Aku memang punya cita-cita yang kuidam-idamkan tapi aku orang yang fleksibel dan tidak memaksakan kehendak. Aku bukan orang yang muluk-muluk dan aku tidak memaksakan kehendak, tetapi jika ada kesempatan aku selalu memperjuangkannya sampai berhasil.

saat lulus SMP, alm. Bapak pernah mendaftarkanku ke sekolah penerbangan dengan harapan anaknya akan menjadi pilot suatu saat nanti. Aku rasa menjadi pilot itu keren dan aku menurutinya walau sebenarnya aku agak minder karena postur tubuhku yang pendek. Ternyata aku memang tidak diterima di sekolah itu. Cita-citaku dulu sangat umum dan tidak spesifik, aku ingin menjadi orang penting. Entah dari mana cita-cita itu muncul dibenakku, mungkin karena aku suka menonton tv dengan bapak yang senang melihat berita-berita politik. Sampai sekarang aku senang menonton berita dan debat-debat politik, tetapi aku mulai tidak menyukainya karena banyak stasiun televisi di Indonesia yang tidak netral dan punya kepentingan tertentu. Kini aku lebih sering menonton film dan komedi-komedi ringan untuk menghilangkan penat.

Kemandirianku dimulai tahun 2003, setelah aku lulus SMP. Setelah gagal disekolah penerbang, aku didaftarkan ke sekolah asrama di SMA 3 Bumi Perkemahan Cendrawasih Jayapura. Saat itu aku tinggal di asrama dan menghabiskan waktuku dengan dislipin, sekolah ini menerapkan pendidikan semi-militer yang sedikit membentuk karakterku. Tidak sampai setahun aku disekolah ini, aku pindah ke SMA N 5 Jayapura setelah kakakku meninggal dunia karena kecelakaan di laut, akupun keluar dari asrama dan tinggal dirumah. Belum genap setahun di SMA 5, tahun 2004 aku dibawa oleh prof. Yohanes Surya ke jakarta, ini merupakan awal perjuanganku diluar Papua..

 

bersambung 

(Tulisan lama jaman kuliah dulu yang baru di publish)

Keanehan yang Terindah

Sampai pada saat dimana saya merasa semua itu palsu. tidak ada sesuatu dan seorangpun di dunia yang sejati, saya pun tidak dapat memberikan sebuah kesejatian, yang ada hanya omong kosong belaka. apa benar itu yang terbaik, saya akan memberikan yang terbaik, tapi yg terbaik itu hanya sebatas yang terbaik dari seorang manusia biasa yang juga menginginkan yang terbaik tanpa menginginkan sebuah cacat dan kekurangan yang ada, mungkin bisa dapat diterima hanya sampai pada batas-batas tertentu yang diberikan. semua yang sudah terjadi, sudah terjadi dan tidak dapat terulang lagi, yang dapat dilakukan hanyalah mengingat apa yang telah terjadi dan menjadikannya sebuah pelajaran yang berharga. banyak tipe orang di dunia ini, semua orang punya karakter masing-masing dan saya pahami akan hal itu. tidak semua orang seperti yang kau ingini, tidak semua orang seperti yang saya harapkan. mengapa hal tersebut terjadi pada dia?, mengapa ia melakukan hal tersebut?, itu adalah kehidupan dia dan dia punya jawaban sendiri atas apa yang telah dia lakukan. walaupun hal itu menyakitkan hati saya tapi saya tahu semua ini bukan salahnya dan saya pun telah ikut mengambil bagian dalam lingkaran yang saya sebut lingkaran karna tak berujung...

pesona diwajahmu
kuingin memilikimu
ku melangkah meraihmu
ucapanmu, tatapanmu, ku mengingatmu disetiap saat
salahkah aku menyukaimu
kau pun menjawabku
dengan tingkah lakumu ku tau bahwa kau sukaku

pesonamu berubah merah
mengingatmu adalah siksa
saat ku tau siapa dirimu, luka dihati, penyesalan dan kesedihanku.. smua untukmu
andai hal itu tak terjadi,
ku berjanji mencintaimu sepenuh hati
tapi mengapa ku tak bisa melupakanmu, siksa ini bertambah.. luka ini bertambah lebar..
mengapa kau menambah luka dihatiku.. taukah kau ku sayang kamu..
ku tau pengorbananmu, kutau kau sayang padaku..
tapi ku tak bisa menjawab mengapa ku tak bisa bersamamu..
mengapa cintaku tak sepenuh hati.
ku sadar bahwa akuh anya manusia biasa..
manusia yang mempunyai pemikiran jahat.
dan mengharapkan sesuatu sesuai dengan kemauannya..
ku coba menghalau pemikiran itu, tapi hanya bertambah luka..
saat ku tau bahwa kau seperti itu.. mengapa kau selalu.. mengapa kau begitu..
kuharap kau dapatkan yang terindah..
terima kasih buat smua yang terindah..
sebuah pengalaman yang indah bersamamu..
kamu pernah mengisi hatiku.. dengan semua keanehan ini..

 

(Tulisan jama kuliah dulu yang baru di Publish)

Kisah Perjuangan Meraih Kesembuhan: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

(Sumber gambar : https://www.jw.org)
Dikisahkan dalam Alkitab ada seorang Perempuan yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan telah berobat ke segala macam dokter dan telah menghabiskan segala hartanya, namun tidak juga kunjung sembuh. Wanita itu akhirnya sembuh ketika menyentuh Jubah Yesus, seperti tertulis dalam Injil Markus.

5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.


Perempuan ini telah sakit selama Dua Belas Tahun Lamanya. Sakit pendarahan selama dua belas tahun tentu merupakan penderitaan yang berkepanjangan. Perempuan ini selama Dua belas Tahun berjuang berperang melawan penyakitnya. Bahkan telah mencoba berobat berulang kali ke berbagai dokter, bahkan ia kehilangan harta bendanya akibat berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya ini.

Perlu kita lihat apa yang dilakukan Perempuan ini untuk sembuh dari penyakitnya merupakan sebuah pelajaran berharga bagi kehidupan kita, bagaimana seseorang berusaha memperjuangkan sesuatu untuk kehidupannya yang lebih baik. Dalam hal ini bebas dari penyakit yang membawa penderitaan.

Yang pertama adalah setting mindset untuk mengejar kesembuhan, keinginan untuk benar-benar ingin sembuh sudah tertanam di kepala perempuan ini, hal tersebut membuat perempuan ini melakukan segala sesuatu bahkan kehilangan segala sesuatu untuk memperjuangkan kesembuhannya itu.

Yang kedua action, perempuan Yahudi ini bahkan berobat ke berbagai dokter. Hari-hari sekarang kita juga sering gonta-ganti dokter mencari yang benar-benar pas yang mengerti penyakit kita, bahkan kita rela menghabiskan banyak uang membayar Dokter Praktek dan obat yang mahal atau bahkan berobat ke luar negri asalkan bisa cepat sembuh. Sama seperti yang dilakukan perempuan ini, namun satupun tidak ada dokter yang dapat menyembuhkan pendarahannya itu. Snngguh sangat memilukan.

Yang ketiga Jangan Menyerah (don't give up). Perjuangan dua belas Tahun tidak membuat wanita ini menyerah dengan penyakitnya. Jika kita sudah menyerah dengan penyakit, sudah tentu penyakit akan menghabiskan kita. Saya kenal seorang teman yang akhirnya meninggal muda karena penyakitnya, saat sebelum meninggal saya bertemu dengannya dan berbicara padanya untuk banyak berdoa dan berusaha, tapi saya masih ingat jawabannya "bagaimana saya mau sembuh kalau keluarga tidak mendukung saya". Sungguh kasihan, meninggal karena kehilangan semangat untuk sembuh.

Yang keempat adalah mencoba segala hal yang bisa dilakukan. Perempuan ini sembuh dengan cara yang tidak masuk diakal manusia. Tetapi wanita ini memiliki iman dan Tuhan bekerja dengan cara-cara yang tidak dapat kita selami. Segala sesuatu sudah ia perbuat namun tidak juga sembuh, apa yang bisa diperbuatnya lagi??. Namun hal yang mustahil untuk kesembuhannya dilakukan perempuan ini, hanya hal kecil saja yang coba dilakukannya namun dengan iman yang besar, yaitu menyentuh Jubah Yesus.

Terakhir adalah Memiliki Pengharapan dan Keyakinan/Iman. Perempuan ini adalah seorang perempuan yang punya pengharapan dan keyakinan teguh bahwa ia bisa sembuh suatu saat. Bisa jadi ia sudah tidak memiliki pengharapan lagi setelah dua belas tahun berjuang. Namun tidak bagi perempuan ini, Ia tetap memiliki pengharapan, seperti apa yang dipikirkanya sesaat sebeluh sembuh : "Asal kujamah saja JubahNya, aku akan sembuh".


5:34 Maka kata-Nya (Yesus) kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!"

Sungguh suatu pergumulan besar yang membuahkan hasil seperti yang diharapkan!. Akhirnya ia sembuh dan merdeka dari penyakit yang telah memenjarakan hidupnya selama bertahun-tahun.

Buah dari Kesetiaan & Ketekuan: Kisah Menantu Perempuan yang Lebih Berharga dari Tujuh Anak Laki-Laki


Rut mau melakukan pekerjaan yang berat (sumber gambar:https://www.jw.org/id/publikasi/buku/iman-sejati/rut-dan-naomi/)
Rut adalah seorang perempuan yang setia, tekun dan rendah hati. Dikisahkan Rut adalah seorang Moab (Sekarang daerah Yordania) menantu dari Naomi dan Elimelek seorang pendatang dari Israel di Moab. Keluarga mereka ditimpa musibah, suami Naomi dan kedua anaknya meninggal dunia sehingga Naomi dengan sangat berdukacita memutuskan untuk pulang ke tanah Yehuda. Naomi kemudian meminta kepada kedua menantunya untuk meninggalkannya dan kembali kepada kedua orang tua mereka. Tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya dan seperti kakak iparnya, Rut bersikeras tidak ingin meninggalkan Naomi mertuanya itu, ia tetap setia bersama-sama dengan Naomi.

(Rut 1:16) Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku ; 1:17 di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan.

Rut bahkan bekerja dengan pekerjaan rendahan untuk menafkahi dirinya dan mertuanya yaitu memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas di ladang orang. Ia bekerja dengan tekun dari pagi hingga petang, ketekunan dan kerja kerasnya serta cerita kesetiaannya kepada mertuanya membuat derajatnya diangkat Tuhan karena Boas seorang yang kaya raya mengambilnya sebagai istrinya.

Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 2:12 TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.

Rut kemudian mengandung seorang anak laki-laki bagi boas yaitu Obed, ayah dari Isai, kakek dari Daud. Ia disebut seorang perempuan yang lebih berharga dari tujuh anak laki-laki.

Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: "Terpujilah TUHAN, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya nama anak itu di Israel. 4:15 Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki." 

Kisah kesetiaan, ketekunan dan rendah hati Rut hendaklah menjadi panutan bagi kita. Keputusan Rut mengikuti mertuanya mungkin tidak mengenakan bagi dirinya bahkan bagi keluarganya, namun Rut memilih untuk menemani mertuanya yang dirundung duka, kebaikan hati Rut mengalahkan segala ego dirinya, bahkan mertuanyapun memaklumkannya jika sekiranya Rut pulang kepada orang tuanya. Secara logika, apakah yang bisa diharapkan lagi dari Naomi, seorang perempuan tua, suami Naomi dan anak-anaknyapun telah meninggal dunia, wajar jika Rut pergi meninggalkan Naomi, suaminya yang adalah anak dari Naomi juga telah meninggal dunia. Namun Rut tidak memikirkan dirinya sendiri. Rut tetaplah ibunya juga walaupun suaminya telah meninggal dunia dan ia tidak pergi meninggalkan ibu mertuanya itu.

Kebaikan hati dan kesetiaan Rut diperhitungkan oleh Tuhan. Rut tetap setia walau keadaan seakan-akan tanpa masa depan. Ia tetap tekun walau hidup penuh kesusahan. Buah dari perbuatannya yang baik dan kesetiannya telah membuat hidupnya diberkati Tuhan bahkan menjadi berkat bagi orang lain.

Kisah ketekunan lainnya di alkitab yaitu ketekunan Yosua menunggu janji Tuhan (Yosua Pasal 6). Dikisahkan Tuhan menjanjikan menyerahkan Yerikho kepada Yosua dan tembok Yerikho akan runtuh. Namun apa yang perhadapkan kepada Yosua yaitu tembok Yerikho masih berdiri kokoh. Tuhan juga meminta Yosua dan umat Israel untuk mengelilingi tembok Yerikho, selama 6 hari mereka mengitari tembok Yerikho, tidak ada tanda-tanda apapun bahwa tembok Yerikho akan runtuh, setidaknya sudah runtuh setengahnya atau temboknya sudah mulai retak-retak dan rapuh, mungkin itulah harapan Yosua dan umat Israel. Namun  hal itu tidaklah terjadi. Dihari ketujuhlah tembok Yerikho akhirnya runtuh setelah mereka mengelilinginya tujuh kali dengan bersorak sorai memuji Tuhan, Janji Tuhan akhirnya tergenapi.

Kisah ini mengajarkan bahwa kita harus percaya dan setia menunggu janji Tuhan walaupun kelihatannya ada yang tidak beres atau keadaan terlihat tidak seperti seharusnya dan kelihatannya mustahil atau sepertinya tidak akan terjadi. Namun dalam ketekunan kita menunggu sambil melakukan apa yang berkenan bagi Tuhan dan apa yang diperintahkan Tuhan. Tuhan mungkin tidak memberikan janji secara langsung seperti yang dilakukannya kepada Yosua. Namun kita yakin janji dan rancangan Tuhan kepada kita senantiasa baik adanya.

"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)."

Demikian yang perlu kita lakukan adalah tekun, setia, dan rendah hati dalam melakukan segala pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan dengan berpegang teguh pada Firman Tuhan sambil menunggu janji Tuhan yang baik bagi kehidupan kita.

“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36).

Cahaya Dibalik Awan (lagi..)

Ah sayang sekali..
Yusak kawanku, siapa yang tidak kenal denganmu, kecerdasanmu, pintar bicaramu, cara bergaulmu. Banyak yang ingin seperti dirimu. Aku juga ingin seperti engkau. Tetapi sayang seribu sayang, mengapakah Tuhan memberimu kecerdasan, Tuhan memberimu kepintaran, jika ternyata engkau begitu lemah? ya kawan.. engkau begitu lemah, begitu lemah menghadapi godaan dunia ini, begitu gampang terbuai rayuan dunia ini dan begitu mudahnya terpengaruh kenikmatan dunia ini. Tetapi kau tetap kawan yang kukagumi.


dari Yusak,..

Surya, kawan.. mengingat perkataanmu sungguh menyedihkan hatiku, andai aku mendengar nasihatmu, Tapi beginilah keadaanku sekarang, aku tidak lagi seperti dulu. Ternyata aku belum siap menghadapi hal ini. Aku terbuai terbawa arus kesesatan, kuakui aku sempat menikmatinya. Seharusnya aku tidak melangkah begitu jauh. Sangat susah bagiku untuk tidak menuruti nafsu duniawi ini, aku seperti ingin mengutuki diriku sendiri.

Kawan.. apa boleh buat, jika memang waktu bisa kembali, ah mustahil sekali. Inilah yang terjadi, aku bukanlah siapa-siapa, kadang aku berpikir apakah aku tidak berharga dimata Tuhan? telah aku saksikan betapa banyak mujizat dan kebaikan Tuhan dalam hidupku.. bahkan bisa bertemu denganmu di Yogyakarta dan mengemban pendidikan di kota Jogja bukanlah suatu kebetulan. Tuhan telah mengaturnya. Kadang aku berpikir apakah yang terjadi padaku ini juga rencana Tuhan bagiku? ah.. tidak mungkin! rencana Tuhan selalu baik bagi kita, aku berharap rencanaNya untukmu adalah yang terbaik dan tolonglah Tuhan jangan seperti yang terjadi padaku,.. surya., aku telah mengacaukan rencana Tuhan untukku, walau akupun tidak tahu rencana apakah itu tetapi aku tahu pastilah baik adanya jikalau mungkin tidak kulakukan perbuatan sesat itu,. pastilah baik adanya.

Kini aku bijak menghitung hari-hariku, tak kubayangkan jika aku harus pergi selama-lamanya di usiaku yang masih muda. Bukan hidupku yang aku pikirkan, tetapi mereka yang menyayangiku.. keluargaku.. aku sangat malu dan biarlah kujalani hidup ini seperti sediakala, dan biarlah kubagikan pergumulanku ini padamu, kawan.. terima kasih.

........................


Tulisan Tanpa Judul 1

Ternyata sangat susah menjadi seorang Bapak yang baik. Memang terlihat mudah jika berteori, namun dalam prakteknya sangat sulit untuk dijalani, apalagi kondisi atau situasi emosi seseorang berubah-ubah dan terkadang dipengaruhi oleh kondisi lainnya seperti kondisi kesehatan, keuangan, permasalahan dan tekanan yang dialami dan tentu tidak bisa atau jarang dimengeri oleh keluarga dan sudah pasti tidak akan bisa dimengerti oleh anak-anak yang masih kecil.

Maafkan bapak, kadang Bapak terlalu keras kepadamu. Mungkin karena kamu nakal, atau berulah layaknya anak-anak. Sebenarnya bukan itu masalahnya, masalahnya adalah tekanan yang bapak alami, tekanan yang muncul mungkin terkait pekerjaan, mungkin terkait usaha, atau terkait kesehatan bapak dan yang terutama pergumulan yang sedang bapak alami terkait kehidupan pribadi Bapak yang tidak bisa bapak jelaskan. Itu yang membuat kadang Bapak terlalu keras kepadamu, atau bapak kurang memberi perhatian kepadamu atau bapak kadang menyakitimu.

Bapak yang salah. Tetapi untuk semuanya itu, terima kasih masih mencintai bapak, untuk semua kejelekan dan keburukan dan sifat egois bapak. Terima kasih karena tetap memberikan sayangmu, terima kasih untuk tetap menghormatiku dan terima kasih karena memberi kelegaan dihati Bapak dengan keluguanmu dan dengan kecerdasanmu anak anakku sayang.

Istriku yang baik. Maafkan aku. Yang mungkin sering mengabaikanmu atau terlalu menyusahkanmu. Terima kasih telah mengurus anak-anak kita. Hidup seperti ini saja sudah cukup bagiku, dan mari kita cukupkan hidup kita dengan apa yang ada pada kita. Begini saja aku sudah bahagia. Akupun berharap engkau bahagia saat ini dan terus selamanya.

Mama, saat ini kesehatan itu terlebih penting dibanding hal lain dan mungkin aku masih menyusahkanmu sampai hari ini. Sampai saat ini aku masih belum mengerti, aku harus jadi seperti apa agar membuatmu bahagia. Mungkin menjadi seorang PNS bukanlah harapanmu kepadaku, aku tidak tahu.

Tuhan, kehendakMu jadilah...

Jayapura, 20-04-2016
Disaat Gelap

Berusaha Menjauhkan Kejenuhan

Setahun sudah aku bekerja di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan sebagai aparatur sipil negara dan sudah setahun juga aku dan istriku memulai usaha Apotek di tempat tinggal kami di argapura. Pulang kantor aku langsung menjaga apotek kami, karyawan kami bekerja hanya sampai jam 5 sore. Untuk efisiensi aku memutuskan untuk belum menambah karyawan shift malam, apalagi awal berdiri apotek kami, aku memutuskan untuk bersaing harga dan menaikan presentase keuntungan secara berkala. Sekarang aku sedikit banyak tau mengenai jenis obat dan sedikit banyak bisa memahami tulisan dokter di resep, namun tetap aku berkonsultasi dengan ahlinya baik Apoteker atau istriku yang memang memiliki latar belakang farmasi.

Sebenarnya aku ingin menjaga ritme kehidupan dengan menyeimbangakan urusan kantor, urusan bisnis dan urusan keluarga. tetapi setelah kupikir-pikir, aku menyadari bahwa urusan-urusan terkait pekerjaan dan usaha yang mengatur ritme kehidupanku, bahkan aku sering jenuh dengan kedua urusan ini hingga menjenuhkanku juga dengan urusan keluargaku, apalagi kedua anakku masih kecil, yang satu belum genap empat tahun yang satu belum genap setahun. Bahkan di waktu weekend-pun terkadang sulit untuk beristirahat dengan baik.

Selalu aku berusaha menjauhkan kejenuhanku dengan terus bersyukur tentang apa yang aku lakukan, namun tanpa aku sadari ternyata kesibukanku juga menjauhkan dari persekutuan dengan Tuhan. Mungkin hal ini yang membuat hidupku yang sebenarnya teratur menjadi terasa tidak teratur, hidupku yang sebenarnya baik tapi terasa berantakan. Bahkan sekarang aku mulai menyepelekan persekutuanku dengan Tuhan dan rutinitasku terkait kehidupan rohaniku mulai aku tinggalkan. Seharusnya aku lebih bersyukur dengan kehidupanku yang sekarang.

Kesehatanku juga aku rasa mulai memburuk, kondisiku tidak FIT lagi seperti dulu. Menurut hasil MCU di kantor, aku dinyatakan Cukup Fit (dari pilihan Fit/Cukup Fit/Tidak Fit), tentu bukan pernyataan yang baik dengan hasil uji kolesterol juga yang menurutku kurang baik. Ternyata setelah aku pikir, kesibukanku bukan cuma menyita perhatianku terhadap keluargaku tetapi juga perhatianku terhadap diriku sendiri. Tetapi aku menghibur diriku sendiri menurutku kesibukanku ini aku namai saja kerja keras, mudah-mudahan dengan kerja keras sekarang aku bisa mencapai tujuanku mungkin tujuanku kesuksesan atau mungkin kebahagiaan. Kalau bicara tujuan hidup sebenarnya aku masih bingung intinya aku bekerja saja demi anak-anak dan istri juga untuk ibuku. Mudah-mudahan mereka bahagia.

Jayapura, 11/04/2016
Ketika sampel belum masuk..


Begini Saja, Sudah Cukup Tuhan

Begini saja, sudah cukup Tuhan..

Bermimpi besar adalah hal yang baik, hal tersebut saya yakini. Tetapi jika mimpi besar itu belum tercapai, jangan sampai hal tersebut membuat kita kurang bersyukur. Bermimpi besar, bermimpi untuk sukses memang perlu ditanamkan sejak dini, bercita-cita besar itu perlu. Ada yang mengatakan, incarlah bintang yang yang tertinggi, jika tidak sampai ke bintang yang tinggi itu, setidaknya sudah sampai di bintang-bintang lainnya.

Kegagalan adalah hal yang biasa, tetapi jangan sampai kegagalan itu menghalangi rasa syukur kita. Beberapa hal yang saya pelajari dalam hidup, bahwa dari sekian banyak kegagalan, masih lebih banyak berkat Tuhan dalam hidup ini. Sekali lagi janganlah lupa untuk selalu bersyukur.

Pergi Jemput Bola, Jangan Hanya Menunggu

Hari masih subuh ketika kami bermain bola di tengah jalan. Mumpung belum banyak mobil yang lewat didepan rumah kami yang berdiri persis di pinggir Jalan Karel Satsui Tubun Argapura. Saat itu kami masih bisa bermain di jalan, entah itu bermain bola, bulu tangkis, sepeda atau hanya sekedar berjalan-jalan. Main di jalan memang menyenangkan walau terkadang berbahaya saat kaki kami tergelincir di aspal,  saat itu di tahun 90an masih belum banyak kendaraan yang lalu-lalang. Lapangan bola yang terletak tidak jauh dari komplex kami juga masih bisa menjadi tempat bermain buat kami.

Sekarang jauh berbeda, hampir setiap jam kontainer melewati jalan depan rumah kami mobil-mobil mewah juga sudah menjamur. Anak-anakpun sudah tidak memiliki lahan untuk bermain, apalagi lapangan dekat rumah kami sudah diberi pagar yang tinggi mengelilingi lapangan, kaget aku melihatnya, karena hampir semenjak lulus SMP aku tidak pernah mengunjungi lagi lapangan Argapura tempat bermain dulu.

Cahaya Dibalik Awan 2

..Yusak, kawanku. susah hatiku menulis cerita kita kembali. Andai kau mendengar perkataanku untuk berhenti menyakiti dirimu sendiri. Apalagi hanya karena seorang wanita. Ya, perempuan yang kau kenal di jogja itu, dia telah membuatmu berubah, atau memang kau saja yang terlalu lemah dihadapan seorang perempuan. Ah sayang sekali..

Kapal merapat di tanjung perak Surabaya. Akhirnya untuk pertama kalinya kami sampai di pulau jawa, dengan harapan, impian dan diiringi doa kami menginjakan kaki kami ditanah jawa. Di pintu gerbang keluar, ditengah keramaian, mata kami segera melacak keberadaan nius. Segera pandanganku tertuju ke seseorang, "itu dia Nius, woy Nius!, Nius!" teriakku., Memang tidak susah mengenal Nius, ia yang berbadan gempal dengan rambut ala Bob Marley, tentu sangat mudah dikenali. Ia kemudian berlari menghampiri kami.

Segera kami melanjutkan perjalanan ke Kos nius, karena barang kami yang tidak banyak kami memutuskan menggunakan ojek agar lebih cepat sampai di tengah kemacetan. Sekitar hampir 1 jam akhirnya kami sampai di kos nius. Kos Nius berukuran sekitar 3x3 meter persegi. Buat aku dan Yusak, asal ada tempat berteduh saja kami sudah sangat bersyukur. Nius kawanku dari wamena, segera ia menawarkan teh untuk kami minum. Aku kemudian membuka karton yang aku bawa dari Jayapura, didalamnya ada beberapa potong sagu kering yang saking kerasnya hanya cocok dimakan jika ada teh atau kopi agar sagu itu bisa dicelup. Malam itu kami tidak merasa lelah karena antusias dan kebahagiaan kami telah tiba dengan selamat. Malam yang hangat itu tidak terlupakan, kami bertiga menyantap nasi goreng tek-tek yang kebetulan lewat depan kos nius. Malam yang menyenangkan.

Keesokan harinya, sekitar jam 10 pagi. Nius mengantar kami ke terminal bus agar kami bisa melanjutkan perjalanan ke Jogja. Dari Kos nius ke terminal bus, jaraknya hanya sekitar 15 menit dengan Ojek. Sampai diterminal ia masih mengantar kami sampai ke dalam Bus. Sesaat sebelum bus jalan, nius segera turun dan berjanji akan mengunjungi kami di jogja saat ia libur nanti.

..bersambung..

Cahaya Di Balik Awan 1

Setelah panjang lebar menceritakan cita-cita kami, aku dan yusak memutuskan untuk berangkat ke jawa dan menuntut ilmu disana. Setidaknya kami berharap bisa bernasib lebih baik dari beberapa teman se-komplex kami yang tidak jelas apa yang dilakukan mereka, entah mereka sedang kuliah atau bekerja?. Minggu sore itu, kapal Dobonsolo telah merapat di pelabuhan Jayapura, dengan hanya tas ransel berisi beberapa potong baju, sagu coklat dan beberapa potong roti aku dan yusak segera berhimpitan naik ke atas kapal. Ia yang lebih cekatan dan lincah dariku berlari duluan untuk "pele tempat" (mencari tempat untuk tempat kami beristirahat nanti). Ia berhasil mendapat tempat strategis di bawah tangga, saat itu penumpang penuh sesak, bau-bau aneh juga meliputi seluruh ruangan, aku tidak menghiraukannya dan membiasakan hidungku. Bau ini akan kucium setidaknya 5-6 hari kedepan. Segera kami menggelar tikar dan bersantai menunggu kapal menarik jangkarnya.

Walau belum sampai di pulau jawa, tetapi angan-angan kami telah sampai disana. Ia menceritakan apa yang ingin dilakukannya nanti, begitu juga diriku. Yusak bercita-cita ingin bekerja di PT. Freeport dan menghasilkan uang yang banyak, setidaknya itu yang diketahuinya. Memang kami berdua mengenal beberapa orang yang terlihat memiliki banyak uang ketika baru "turun" dari Timika.

See what makes December 7 special at Famous Daily

  • December 7, 0036 "-BC- Earliest known Mayan inscription, Stela 2 at Chiapa de Corzo" 

  • December 7, 0043 "-BC- Marcus Tullius Cicero, Roman writer, gets his head and right hand chopped off by Mark Antony's soldiers" 

  • December 7, 0283 St Eutychian ends his reign as Catholic Pope 

  • December 7, 1724 "Toru Blood tribunal (German: Thorner Blutgericht), execution of Protestants citizens of Toru (Thorn) by Polish authorities" 

  • December 7, 1732 "The Royal Opera House opens at Covent Garden, London." 

  • December 7, 1776 Marquis de Lafayette attempts to enter the American military as a major general. 

  • December 7, 1787 Delaware becomes first state to ratify constitution 

  • December 7, 1787 Delaware becomes the first state to ratify the US Constitution. 

  • December 7, 1815 "Michel Ney, Marshal of France, is executed by firing squad after having been convicted of treason for his support of Napoleon I."

About Me

My photo
.. what a wonderful world .. ..life to happy, happy to life.. ..i love my family.. ..Jessy & Given..

Followers