Sore itu hujan rintik-rintik mengantar Patrik pulang ke asrama tempat tinggalnya, dia seorang mahasiswa yang hidup jauh dari kampung halaman dan keluarganya. Dengan lelah ia meletakan tas yang penuh dengan buku diatas meja belajarnya, dengan tergesa-gesa ia mengganti pakaian dan segera berbaring di tempat tidurnya dengan harapan lelah yang ia rasakan segera terobati. pikirnya: 'mengapa aku begitu lelah?', ''seandainya tadi nilai ujianku A, B atau setidaknya C, pastinya aku tidak frustasi seperti ini, frustasi ini membuat aku begitu lelah dan hanya ingin tidur saja rasanya, hmm.. tapi ujian belum selesai, besok ada 2 mata ujian yang harus kuhadapi, yah.. Tuhan tolonglah aku''.
Powered by Blogger.
Popular Posts
-
Semua Indah mungkin suatu saat aku kaget dan terbangun dan menyadari kalau semuanya hanyalah mimpi. ah lucu sekali hidup ini.. hari itu...
-
Mungkin boleh dikatakan kalau aku adalah seorang penurut atau kehidupanku berjalan seadanya saja, sebagaimana arah kehidupan itu berjalan. A...
-
(Sumber gambar : https://www.jw.org) Dikisahkan dalam Alkitab ada seorang Perempuan yang mengalami sakit pendarahan selama 12 tahun dan...
Search This Blog
Dia berdiam diri di dalam kamarnya yang gelap, hanya satu lampu kecil menerangi kamar itu. dia menatap ke langit2 kamarnya sambil memikirkan dosa yang sudah di perbuatnya, ia memandang seekor cicak yang berdiam diri, dalam khayalan cicak itu bertanya kepadanya, 'mengapa engkau melamun dalam kegelapan?' dia memulai percakapan dengan cicak itu dan berkata 'mungkin selama ini tanpa aku sadari, aku hidup dalam kegelapan'. 'apa yang kau pikirkan sekarang?' sahut cicak itu, 'aku takut hidupku tidak berkenan di hadapanNya'.
Cicak itu tersenyum.. 'ckckc.. tahukah kau kawanku, aku sudah berkeliling dari rumah ke rumah dan menemui banyak anak manusia, suatu saat aku melihat seorang manusia yang hidupnya hanya memikirkan kesenangan dunia, ia memanjakan dirinya dengan kepuasan dan menjadi sahabat baik dunia ini, ia hanya memikirkan tentang dirinya dan kesenangannya, apa yang dilakukannya hanya menuruti keinginan dagingnya. suatu malam ia berbaring di tempat tidurnya dan menatapku, aku bertanya kepadanya, 'kawanku tidak takutkah engkau akan apa yang engkau lakukan?, apakah engkau tidak merasakan berat beban dosa dari perbuatan yang engkau lakukan?, sahut manusia itu kepadaku, 'apakah beban dosa itu? seberapa beratkah dosa itu? beritahu kepadaku hai penghuni dinding kamarku, sebab aku tidak pernah merasakan berat beban itu di pundakku', aku pun pergi meninggalkanya tanpa menghiraukan pertanyaanya.
Dengan sedikit berpikir dia bertanya kepada cicak itu,'mengapa aku merasakan hal yg berbeda dengan manusia itu? aku merasa bersalah dengan setiap dosa yang kuperbuat, akupun malu kepadaNya karna terus mengulang kesalahanku' apa yang salah denganku?,cicak itu senyum dan berkata, 'hai kawanku tahukah kamu mengapa aku meninggalkan manusia itu tanpa memperdulikan pertanyaannya, itu karena aku tidak ingin bercakap-cakap kepada orang yang sudah mati, dan aku senang bercakap-cakap denganmu karna engkau masih hidup, bukan seperti manusia yang kuceritakan tadi. dengan bingung dia menyahut,'apakah maksudmu hai cicak?', engkau manusia yang berakal budi, mengapa engkau tidak mengerti? tahukah engkau jikalau seseorang yang sudah mati tidak merasakan sesuatu apa-apa, apakah yang dirasakan orang mati jika engkau meletakan beban seratus kilogram diatas tubuhnya?, bukankah dia tidak merasakan apa2? demikianlah manusia itu, sebab rohnya sudah lama mati sehingga ia tidak merasakan beban dosa yang di perbuatnya, sesungguhnya jalan hidupnya adalah menuju kebinasaan, dan engkau, engkau masih hidup kawanku, hidup ini adalah perjuangan, berjuanglah terus dalam hidupmu agar berkenan dihadapanNya, janganlah menyerah dan jangan putus asa.
Cicak itu tersenyum.. 'ckckc.. tahukah kau kawanku, aku sudah berkeliling dari rumah ke rumah dan menemui banyak anak manusia, suatu saat aku melihat seorang manusia yang hidupnya hanya memikirkan kesenangan dunia, ia memanjakan dirinya dengan kepuasan dan menjadi sahabat baik dunia ini, ia hanya memikirkan tentang dirinya dan kesenangannya, apa yang dilakukannya hanya menuruti keinginan dagingnya. suatu malam ia berbaring di tempat tidurnya dan menatapku, aku bertanya kepadanya, 'kawanku tidak takutkah engkau akan apa yang engkau lakukan?, apakah engkau tidak merasakan berat beban dosa dari perbuatan yang engkau lakukan?, sahut manusia itu kepadaku, 'apakah beban dosa itu? seberapa beratkah dosa itu? beritahu kepadaku hai penghuni dinding kamarku, sebab aku tidak pernah merasakan berat beban itu di pundakku', aku pun pergi meninggalkanya tanpa menghiraukan pertanyaanya.
Dengan sedikit berpikir dia bertanya kepada cicak itu,'mengapa aku merasakan hal yg berbeda dengan manusia itu? aku merasa bersalah dengan setiap dosa yang kuperbuat, akupun malu kepadaNya karna terus mengulang kesalahanku' apa yang salah denganku?,cicak itu senyum dan berkata, 'hai kawanku tahukah kamu mengapa aku meninggalkan manusia itu tanpa memperdulikan pertanyaannya, itu karena aku tidak ingin bercakap-cakap kepada orang yang sudah mati, dan aku senang bercakap-cakap denganmu karna engkau masih hidup, bukan seperti manusia yang kuceritakan tadi. dengan bingung dia menyahut,'apakah maksudmu hai cicak?', engkau manusia yang berakal budi, mengapa engkau tidak mengerti? tahukah engkau jikalau seseorang yang sudah mati tidak merasakan sesuatu apa-apa, apakah yang dirasakan orang mati jika engkau meletakan beban seratus kilogram diatas tubuhnya?, bukankah dia tidak merasakan apa2? demikianlah manusia itu, sebab rohnya sudah lama mati sehingga ia tidak merasakan beban dosa yang di perbuatnya, sesungguhnya jalan hidupnya adalah menuju kebinasaan, dan engkau, engkau masih hidup kawanku, hidup ini adalah perjuangan, berjuanglah terus dalam hidupmu agar berkenan dihadapanNya, janganlah menyerah dan jangan putus asa.
dia menoleh ke arah lampu kamarnya yang redup dan menatap lampu itu tanpa berkedip, iapun memejamkan matanya dan sesekali membuka matanya, sejam berlalu tetapi ia belum dapat terlelap, terlalu banyak yang ia pikirkan sehingga hatinya resah, ia mempunyai terlalu banyak masalah dan ia merasa seakan-akan Tuhan telah meninggalkannya.
Cick..cick..cickcickcick, suara cicak di dinding kamarnya menyadarkannya, kembali ia menatap cicak itu dan terbawa ke dalam khayalan, dalam khayalannya ia bercerita pada cicak itu. 'tahukah engkau hai cicak yang bijaksana, sepanjang hidupku aku merasakan banyak berkat Tuhan, hampir setiap doaku di jawabnya dan apa yang aku minta selalu diberikanNya, aku merasakan hadirat dan kasihNya, hidupkupun selalu berhasil. tetapi lihatlah keadaanku sekarang aku diselimuti banyak permasalahan bahkan doaku sepertinya hanya aku ucapkan sia-sia di udara, Dia seperti menyembunyikan wajahNya dihadapanku, aku merasakan masa seperti masa kekeringan panjang yang melanda negri.
'ckckc..' cicak itu berjalan 3 langkah dan melihatnya, 'ckckc.. apakah yang menggelisahkan hatimu hai manusia?' belum cukupkah perbuatan ajaibNya dihadapanmu? mengapa engkau kurang percaya?.. dia menjawab:' hai cicak yang bijaksana beritahukan apakah maksud perkataanmu itu?'.. Engkau seorang yang pandai masakan engkau bertanya kepadaku seekor cicak yang hanya menumpang di rumahmu? lihatlah betapa sayangnya seorang ayah kepada anaknya ketika anak itu dalam masa pertumbuhannya, apa yang dimintainya selalu diberikan oleh ayahnya bahkan hal-hal yang egoispun di penuhi oleh ayahnya, sepanjang hari ayahnya memeliharanya dan memberikan yang terbaik kepadanya, seorang anak kecil ini bangga akan ayahnya dan merasakan selalu kehadiran ayahnya disampingnya. anak itu pun beranjak dewasa, ayahnya telah mengajarinya banyak hal dalam kehidupan dan ayahnya yakin bahwa anaknya dapat melaksanakan hidupnya dengan baik dan membawa kebanggaan baginya, ayahnya mempercayakan kehidupannya untuk ia jalani. sepanjang hidup dewasanya ia mengalami banyak hal yang menyulitkannya, apa yang ia minta kepada ayahnya tidak lagi dipenuhi oleh ayahnya, dalam kesulitannya ia berteriak kepada ayahnya tetapi ayahnya seperti memalingkan telinganya, iapun berusaha menjalani hidupnya dalam kesusahan dan belajar dari kehidupan yang di jalaninya sambil terus berseru kepada ayahnya, hari lepas hari ia menjadi seorang yang kuat, seorang yang boleh dikatakan benar-benar dewasa dan seseorang yang hidup menyenagkan hati ayahnya, iapun mengerti kalau ayahnya tidak pernah meninggalkannya sendirian dan apa yang trjadi dalam hidupnya adalah rencana seorang ayah yang hebat yang terus memandang kehidupan anaknya walau ia kadang tidak mengetahui hal itu.
suasana menjadi hening beberapa saat, sambil tersenyum bahagaia dia menyahut cicak itu,' hai cicak yang bijaksana, sekarang nyata bagiku kasih Tuhan dalam hidupku yang tidak bekesudahan, Ia yang dulu memberkatiku, Ia juga yang sekarang akan memeliharaku, Ia tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya sebab Ia adalah Tuhanku yang mengasihiku. ckckckc.. cicak itu tersenyum dan meninggalkanya. Dia memalingkan wajahnya menatap lampunya yang redup, memejamkankan matanya dan terlelap dalam tidurnya. (rudolf s bonay)
Cick..cick..cickcickcick, suara cicak di dinding kamarnya menyadarkannya, kembali ia menatap cicak itu dan terbawa ke dalam khayalan, dalam khayalannya ia bercerita pada cicak itu. 'tahukah engkau hai cicak yang bijaksana, sepanjang hidupku aku merasakan banyak berkat Tuhan, hampir setiap doaku di jawabnya dan apa yang aku minta selalu diberikanNya, aku merasakan hadirat dan kasihNya, hidupkupun selalu berhasil. tetapi lihatlah keadaanku sekarang aku diselimuti banyak permasalahan bahkan doaku sepertinya hanya aku ucapkan sia-sia di udara, Dia seperti menyembunyikan wajahNya dihadapanku, aku merasakan masa seperti masa kekeringan panjang yang melanda negri.
'ckckc..' cicak itu berjalan 3 langkah dan melihatnya, 'ckckc.. apakah yang menggelisahkan hatimu hai manusia?' belum cukupkah perbuatan ajaibNya dihadapanmu? mengapa engkau kurang percaya?.. dia menjawab:' hai cicak yang bijaksana beritahukan apakah maksud perkataanmu itu?'.. Engkau seorang yang pandai masakan engkau bertanya kepadaku seekor cicak yang hanya menumpang di rumahmu? lihatlah betapa sayangnya seorang ayah kepada anaknya ketika anak itu dalam masa pertumbuhannya, apa yang dimintainya selalu diberikan oleh ayahnya bahkan hal-hal yang egoispun di penuhi oleh ayahnya, sepanjang hari ayahnya memeliharanya dan memberikan yang terbaik kepadanya, seorang anak kecil ini bangga akan ayahnya dan merasakan selalu kehadiran ayahnya disampingnya. anak itu pun beranjak dewasa, ayahnya telah mengajarinya banyak hal dalam kehidupan dan ayahnya yakin bahwa anaknya dapat melaksanakan hidupnya dengan baik dan membawa kebanggaan baginya, ayahnya mempercayakan kehidupannya untuk ia jalani. sepanjang hidup dewasanya ia mengalami banyak hal yang menyulitkannya, apa yang ia minta kepada ayahnya tidak lagi dipenuhi oleh ayahnya, dalam kesulitannya ia berteriak kepada ayahnya tetapi ayahnya seperti memalingkan telinganya, iapun berusaha menjalani hidupnya dalam kesusahan dan belajar dari kehidupan yang di jalaninya sambil terus berseru kepada ayahnya, hari lepas hari ia menjadi seorang yang kuat, seorang yang boleh dikatakan benar-benar dewasa dan seseorang yang hidup menyenagkan hati ayahnya, iapun mengerti kalau ayahnya tidak pernah meninggalkannya sendirian dan apa yang trjadi dalam hidupnya adalah rencana seorang ayah yang hebat yang terus memandang kehidupan anaknya walau ia kadang tidak mengetahui hal itu.
suasana menjadi hening beberapa saat, sambil tersenyum bahagaia dia menyahut cicak itu,' hai cicak yang bijaksana, sekarang nyata bagiku kasih Tuhan dalam hidupku yang tidak bekesudahan, Ia yang dulu memberkatiku, Ia juga yang sekarang akan memeliharaku, Ia tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya sebab Ia adalah Tuhanku yang mengasihiku. ckckckc.. cicak itu tersenyum dan meninggalkanya. Dia memalingkan wajahnya menatap lampunya yang redup, memejamkankan matanya dan terlelap dalam tidurnya. (rudolf s bonay)
Makhluk hidup apakah yang pertama hidup dunia? pertanyaan ini sering kali dipertanyakan dan ada banyak perdebatan mengenai hal ini. Terutama mereka yang meyakini kebenaran Alkitab dan mencoba mencari tahu kebenerannya melalui Ilmu pengetahuan.
Sains adalah ilmu pasti yang didasarkan pada fakta yang terukur dan dapat dibuktikan secara matematis atau berdasarkan uji coba/eksperimen, tentu suatu fakta yang dibuktikan secara eksakta mempunyai nilai kebenaran.
jangan pernah menyerah...
ada banyak pilihan dalam dunia ini bahkan kadang tidak terasa sesuatu yang kita pilih malahan membuat kita berada pada kondisi yang tidak menyenangkan, Atau kadang kita merasa bahwa apa yang kita pilih itu sudah tepat dan memang sudah semestinya seperti itu, tapi mengapa ada saja penyesalan, dan penyesalan itu kadang datang begitu cepat ketika kita baru saja memilih.., satu yang dibutuhkan yaitu pertimbangan dan pertimbangan.. memang kadang pertimbangan terlalu lama dan pertimbangan kita tidak mampu memberi jawaban. benar.. kadang pertimbangan kita tidak memberi jawaban, tapi satu hal yang saya pelajari bahwa pertimbangan kita harus didasari dengan pedoman yang benar-benar kita yakini bahwa pedoman itu adalah suatu kebenaran..
ada hal yang saya pelajari.. bahwa keadaan kita merupakan hasil dari kemauan kita sendiri, kita hanya perlu mengakui pengaruh dari luar dan berusaha merasakannya dengan cara kita sendiri yang membawa kebaikan dan tentu saja kita tidak hidup sendiri di dunia ini, tapi jangan kuatir dengan segala yang terjadi asalkan sekali lagi kita punya pedoman yang benar-benar kita yakini dan kita pegang teguh sebagai suatu kebenaran.
tadi itu intermeso..
mari kita semua berteriak dengan sekuat tenaga.." Hidupku adalah suatu kejadian yang luar Biasaaaaaaaaa ....."... benar hidupmu adalah suatu kejadian yang luar biasa dan syukurilah kehidupanmu.
suatu hari saya ketemu seorang pria sedang berjalan ke stasiun dengan membawa barang yang banyak dan dengan setengah mati mengangkatnya sendiri, kebetulan saya sedang ingin bertemu teman di stasiun dan saya menawarkan diri untuk membantunya.. akhir cerita dia tersenyum dan sangat menghormati kebaikan hati saya.. yang terpenting, hati saya bergembira secara otomatis setelah membantunya dan kegembiraan saya tertular kepada teman2 saya dan suasana menjadi gembira, sekarang saya mengerti kalau suasana hati dan pikiran itu bersifat seperti salah satu sifat koloid yaitu penghamburan cahaya dimana apabila partikel koloid disinari cahaya maka partikel itu akan menghaburkan cahaya itu kesekitarnya (seperti sinar lampu kendaraan pada saat kabut di malam hari).
suatu hari saya berjalan dengan seorang wanita yang pernah dekat dengan saya, dia sangat sering membuat suasana hati saya menjadi sangat tidak menyenangkan dan menyedihkan, walau kadang tidak terus seperti itu. selain dengan dia terdapat teman2 saya yang kebetulan sedang liburan dan berlibur bersama kami.. saat itu suasana hati saya sedang sangat tidak menyenangkan dan sepanjang jalan selain saya berkata kasar kepada dia, saya juga berkata kasar kepada teman2 saya dan membuat suasana menjadi sangat tidak menyenangkan.. sekarang saya mengerti kalau suasana hati selain bersifat sepeti koloid juga bersifat seperti partikel radioaktif yang memancarkan energi radioaktif berupa partikel-partikel foton yang sangat dapat merugikan jika energi itu tidak terpancar untuk sebagai mana mestinya..
masih banyak lagi hal lain dan ada solusi yang saya pelajari di dunia yang aneh ini tapi saya harus segera pulang karena waktu sudah menunjukan pukul 12 malam dan saya masih berada di warnet.. huahahaha..
bersambung..
dari Taman Bunga
Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat
Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba
Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka
Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”
Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..
Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu
Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”
Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air mata
Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang
Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”
Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”
Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat
Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana
Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri
Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana
(1) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,(2) tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.(3) Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.(4) Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.(5) Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;(6) sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
“Seorang teman yang saya kagumi secara tiba-tiba tanpa alasan yang saya ketahui kini berubah sikap. Dulu kami biasa bersama-sama, bermain bersama, daki bukit bersama, atau makan bersama. Saya berusaha mengingat lagi semua percakapan kami di saat-saat yang telah lewat, berusaha demi langit dan bumi mencari alasan yang membuat persahabatan kami menjadi sekian renggang pada akhir-akhir ini. Aku berusaha menemukan dan menghilangkan batu sandungan yang ada di antara kami. Namun semakin aku berusaha semakin pikiranku menjadi gelap. Indahnya persahabatan yang telah dibangun kini berada di pinggir jurang terjal.
Temanku seakan telah mengepak sisa-sisa persabatan kami dan kini disimpannya secara rapi di dalam sebuah kotak yang tak akan pernah dibuka lagi. Berhadapan dengan kenyataan ini, ada jutaan kata dan rasa di dada ini yang tak dapat aku ucapkan. Setiap kali ketika aku membongkar lagi kenangan masa silam, ketika aku melihat lagi foto-foto kenangan yang penuh tawa dan ria, batinku serasa semakin pedih. Namun temanku tetap saja bersikap dingin, dingin dan dingin...lebih dingin dari pada es batu di musim winter. Secara perlahan akupun berubah dingin saat bertemu dengannya.
Waktu terus berlalu. Ketika aku menoleh lagi memperhatikan tapak yang pernah kami tinggalkan bersama, aku menemukan bahwa di batinku masih ada kerinduan. Aku melihat sepasang tangan yang pernah terulur memberikan bantuan ketika aku terjatuh. Aku mendengar kata-katanya yang meneguhkan dan menguatkan ketika semangatku berubah layu. Aku melihat senyumannya seakan memberikan dukungan. Ah ada kehangatan... walau itu sudah berlalu. Aku berkata pada diriku, walau ia kini tidak lagi seperti dulu, namun aku masih bisa menyimpan kenangan akan dirinya di salah satu sudut batin ini. Mungkin ketika bertemu dengannya nanti ia akan tetap bersikap dingin. Namun itu adalah pilihannya. Aku akan memilih untuk memberikan seulas senyum bila aku masih diberi kesempatan bertemu dengannya nanti.
Yah... bagaikan menghadiri sebuah pesta. Pesta kini telah berakhir, namun itu tak berarti bahwa kegembiraan dan tawa ria kini telah ditutup. Kita masih bisa mengenang kembali kegembiraan pesta tersebut. Kita tentu harus berpisah setelah pesta berakhir. Namun pada saat seperti ini selayaknya kita melantunkan harapan bahwa mereka akan dengan selamat tiba di tujuan akhir dari perjalanan masing-masing.”
Temanku selesai berkisah, dan aku masih di sampingnya mendengarkan ungkapan hatinya. Dalam hatiku terdengar litani kasih bergaung merdu, kasih sebagaimana ditinggalkan Paulus dalam suratnya: “Kasih itu sabar, kasih itu murah hati..., Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.”(1 Kor 13: 4-5). Yah...kasih itu juga memaafkan. Dan temanku yang kini duduk di sampingku telah mampu melakukannya.
Tarsis Sigho - Taipei
www.pondokrenungan.com
Aku meminta kepada Tuhan untk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab tidak.
itu bukan untuk Ku singkirkan, tetapi agar engkau mengalahkanya.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab tidak.
kesabaran adalah hasil dari kesulitan, itu tidak di hadiahkan,itu di pelajari.
Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab tidak.
Aku memberimu berkat.kebahagiaan adalah tergantung padamu.
Aku meminta kepda Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab tidak.
penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat kepadaKu.
Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan Rohku.
Tuhan menjawab tidak.
Kau harus menumbukannya sendiri,tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.
Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab tidak.
Aku akan memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.
Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi org lain seperti Ia mengasihiku.
Tuhan menjawab, Aaah anakKu
Akhirnya kau mengerti
*dari berbagai sumber> alamat asli tidak diketahi disebabkan banyak yang menerbitkan posting yg sama
About Me

- Rudolf Bonay
- .. what a wonderful world .. ..life to happy, happy to life.. ..i love my family.. ..Jessy & Given..
Followers
Blog Archive
- April 2022 (1)
- October 2020 (2)
- January 2019 (2)
- April 2016 (3)
- May 2015 (2)
- May 2014 (4)
- April 2014 (2)
- March 2014 (2)
- November 2013 (1)
- October 2013 (1)
- June 2013 (2)
- May 2013 (2)
- March 2013 (2)
- November 2012 (1)
- July 2011 (1)
- April 2011 (1)
- March 2011 (1)
- February 2011 (2)
- January 2011 (2)
- November 2010 (3)
- September 2010 (3)
- June 2010 (3)
- March 2010 (2)
- January 2010 (1)
- December 2009 (1)
- June 2009 (1)
- April 2009 (3)
- March 2009 (3)
- February 2009 (1)
- December 2008 (3)
- November 2008 (1)
- October 2008 (1)