Peluang dan Kesiapan

Keberhasilan datang ketika peluang bertemu dengan persiapan yang baik. Setiap orang akan memperoleh peluang/kesempatan, entah itu sekarang, besok atau nanti. Peluang pasti akan datang. Yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk menyambut peluang itu. Peluang yang datang seperti pencuri.

Aku seperti orang yang hidup mengikuti arus, entah apa itu benar atau tidak, akupun tidak mengetahuinya. Hidupku berjalan sesuai dengan keputusan-keputusan yang kubuat, dan aku selalu memanfaatkan peluang yang diberikan kepadaku walau terkadang hidup berjalan tidak seperti yang aku kehendaki.

Bapak Yang Baik


Malam itu bapak membangunkanku lagi, ia mengantarku ke toilet untuk buang air kecil, waktu kecil aku sering ngompol, kadang aku tahan rasa buang air kecilku hanya karena aku takut ke toilet. Maklum toilet rumah kami letaknya di belakang dan agak gelap karena hanya dihiasi lampu kecil yang redup. Setiap pagi aku bangun, pasti bapak sudah bangun duluan. Pagi itu mungkin ia sedang membaca buku-buku rohani atau ia hanya makan Pinang sambil memandangi jalan.

Bapak, ia jarang ngobrol, ia juga jarang bertanya kondisi kami anak-anaknya, itu sudah sifatnya. Kalau bertanya kondisi kami mungkin cuma sepatah dua kata. Apalagi berbicara lewat telepon, ia jarang menelpon, akupun sebenarnya tidak terlalu gemar berbicara di telepon, mama yang sering menelpon dan berbicara panjang lebar, kalau bapak, ia jarang berbicara di telepon, jangankan di telepon, kami memang jarang bercakap-cakap.

Komputerku, Kawanku!

Di waktu senggang hampir sebagian besar waktuku aku habiskan didepan komputer, kebiasaan ini dimulai sejak aku merantau ke jakarta, salatiga, jogja hingga ke jerman. Komputer pertamaku adalah sewaktu aku duduk dikelas dua SMA, aku membeli sendiri CPU dari uang hadiah setelah aku mengikuti OSN 2005 di jakarta dan mendapat medali. Uang itu kemudian aku titipkan ke guruku yang mengerti banyak tentang komputer, waktu itu tujuan aku membeli CPU adalah untuk menonton video dan bermain game.

Sebuah Paradox (Part.2)

Setelah di jerman akupun memulai aktivitas akademikku yang sempat aku tinggalkan. Dimulai dari mengembalikan beberapa buku yang aku pinjam ke perpustakan, aku harus membayar denda hingga hampir satu juta rupiah dari sekitar 5 buku yang tidak aku kembalikan lebih dari dua bulan. Kemudian aku harus mempersiapkan diriku untuk menghadapi ujian beberapa hari lagi, waktu libur yang seharusnya aku gunakan untuk mempersiapkan diri sebelum ujian, tidak efektif aku gunakan karena penyakit yang masih aku derita. Aku tetap berusaha, ujian tetap kujalani walau aku tahu nilaiku pasti tidak begitu bagus.

Sebuah Paradox (part. 1)

Kehidupan memiliki musimnya sendiri; perubahan dari ketidak dewasaan menjadi dewasa, pergumulan menjadi penyerahan, pergolakan menjadi kedamaian, percaya menjadi pengertian, dan menabur menjadi menuai. Kehidupan bukanlah suatu yang linear, dimana kita pindah dari satu tahap ke tahap berikutnya. Hidup tidaklah seperti itu. Hidup lebih mirip lingkaran. Ada saatnya sepertinya kita harus kembali ke awal, bertobat lagi, mengulang kembali pelajaran yang telah kita abaikan dalam kehidupan rohani kita.

Pencitraan atau bukan?


Beberapa minggu yang lalu saat di gereja, pendeta memberikan sebuah pertanyaan ke jemaat "mengapa bunga di ladang mekar? ada yang menjawab "agar dihinggapi kumbang" ada juga yang menjawab "agar terlihat indah" dan banyak jawaban lainnya.

Pendeta itu tersenyum dan memberikan jawaban yang tidak diharapkan "bunga itu mekar karena memang dia ingin mekar". walau ia tidak dihinggapi kumbang, ia tetap ingin mekar, atau walau tidak dilihat orang ia tetap ingin mekar. ya.. bunga itu mekar tanpa alasan. Ia hanya ingin mekar.

Dulu saya pernah berkata pada kekasih saya yang sekarang sudah menjadi istri saya "jangan bertanya kenapa saya mencintaimu", saya berkata kepadanya kalau pertanyaan itu seperti menanyakan "kenapa hujan turun ke bumi?", hujan turun ke bumi karena sudah saatnya untuk hujan, tentu ada alasan ilmiah yang mendasari proses terjadinya hujan, tetapi hujan turun ke bumi karena memang sudah saatnya untuk hujan. saya mencintaimu karena memang saya ingin mencintai kamu!.

Hari yang biasa-biasa saja

hari-hari yang biasa-biasa saja, hari tanpa ada permasalahan yang berarti, atau hari tanpa ada kesenangan yang berarti, cuma hari yang biasa-biasa saja. Syukur kepada Tuhan buat hari yang biasa-biasa itu, karena hari yang biasa-biasa itu tidak tiap hari terjadi. kadang datang hari dimana sangat terasa berkat Tuhan, lewat berkat material, lewat kabar baik, lewat orang-orang yang kita sayangi, atau lewat apa saja yang menghadirkan kebahagiaan, bersyukurlah untuk hari-hari itu, nikmati hari-hari itu dengan bijak dan sadar bahwa hari-hari senang ini juga akan berlalu. Juga untuk hari-hari yang sulit, hari-hari yang penuh dengan masalah, hari-hari yang terasa gelap, hari-hari dimasa kekeringan, hari-hari yang sangat menyusahkan hati, bersabar dan tabah buat hari-hari itu karena memang hari-hari itu pun akan berlalu.

Untuk seseorang yang mungkin adalah kekasihku

aku tahu kalau kamu mencintaiku, tetapi aku juga tahu kalau mencintai itu tidak mudah, apalagi mencintai seseorang seperti aku. Aku ingin memberitahumu kalau aku juga cinta padamu, tetapi seperti yang sudah aku katakan, kalau mencintai itu tidak mudah.

Jangan mendengar perkataan mereka yang mengatakan cinta sejati adalah cinta tanpa mengandung alasan, itu hanyalah sebuah "kalimat indah" yang keberadaannya meragukan. tentu aku punya alasan mencintaimu dan kamu juga punya alasan untuk mencintaiku, hanya saja kadang alasan-alasan itu terlalu sulit untuk di sampaikan dengan kata-kata, jadi tolong jangan tanyakan padaku kenapa aku mencintaimu.

Apa itu Cinta?

Apa itu cinta?
Ketika yang aku cinta, tidak membalas cintaku
Apa itu cinta?
ketika yang selalu kupikirkan tak pernah memikirkanku
apa itu cinta?
Ketika yang aku puja, tak pernah menoleh padaku

Apa itu cinta? Atau cinta itu apa?
Cinta itu..
ketika ia tidak membalas cintaku, tapi aku tetap cinta.
Cinta itu..
Ketika ia tidak pernah memikirkanku tapi aku tetap memikirkannya
Cinta itu..
Ketika ia tidak pernah menoleh padaku, tapi aku tetap memujanya

Aku manusia dan aku mencinta dan cinta itu ada padaku.

Sb,
perasaan aneh, mungkin itu cinta

Masih ada Rasa

andai saja aku tidak punya hati, mungkin aku akan terus mencintaimu. karena aku tidak pernah merasakan apa artinya terluka..
tapi aku punya hati, dan hati itu sekarang sudah terluka..

mereka bilang cinta itu buta, tapi aku punya mata dan aku sedang melihat ketika mencintaimu..
andai benar cinta itu buta mungkin aku akan terus mencintaimu..

ada satu kata yang tidak ingin aku katakan.. "Mengapa?"
dan aku tidak lagi membutuhkan sebuah alasan.

aku sakit hati dan biarkan sakit hati itu pergi bersama waktu
mungkin jika sakit hati itu bisa hilang bersama air mata, aku akan terus mengeluarkannya..
tapi aku sudah menangis dan menangis, dan tangisanku tidak merubah apa-apa..

kisah kita begitu indah, tapi kini sudah dirusak oleh dunia yang jahat, aku tidak ingin mengingatnya lagi, jujur aku tidak kuasa menahan sakitnya..

semua sudah terjadi dan semua itu bukan salah siapa-siapa, kesalahan tidak lagi penting karena tidak pernah merubah apa yang terjadi.

kini aku mengerti ternyata mencintai itu tidak semudah yang aku bayangkan, beri tahu aku jika ada seseorang yang mencintai sesama dengan hati, dengan jiwa, dengan pikiran dan dengan akal budi. sebab di dunia ini tak satupun yang sejati, akupun tidak..

apa kisah ini sampai disini? aku tidak tahu dan aku tidak ingin tahu..


S-B
15 Feb 2011
Sehari setelah hari valentine terburuk

Kreatif

seseorang yang hidupnya kreatif..
ia tahu bagaimana cara menikmati hidup
ternyata hidup itu hanyalah seberapa kreatif kita untuk menikmatinya
yang ia tahu hidup itu indah, ia mencintai, ia mengasihi, ia peduli

aku bertanya padanya, bagaimana aku bisa menghapus rasa kuatirku?

ia tidak menjawab dan hanya tersenyum.
siapa yang hidupnya tidak kuatir? pikirku.

si kreatif, penemu kebahagiaan, ia mencintai, ia mengasihi,ia peduli.

ia menghapus rasa kuatir itu dengan cinta
tapi bukan aku, bahkan cinta juga membuatku kuatir
mungkin aku kurang kreatif seperti si kreatif

si kreatif selalu tersenyum walau tidak punya apa-apa

aku memandang si kreatif
si kreatif punya cinta, ia mengasihi, ia peduli
ia dicintai, dikasihi dan ia tidak kuatir

bagaimana bisa? ia Kreatif..

Lampu Merah

Sore itu aku terburu-buru mengendarai motor di kota Yogyakarta yang lalu lintasnya penuh dengan lampu merah, setiap aku akan melewati perempatan, lampu lalu lintas itu selalu merah, dari jauh aku lihat lampu merah itu sedang hijau, ku tambah kecepatanku.., orange.., dan kemudian merah tepat 5 meter sebelum aku melewatinya, setiap aku melewati perempatan mengapa selalu merah? hatiku semakin panas saja, "apa lampu merah itu tidak mengerti kalau aku sedang buru-buru?!" seorang kakek mengendarai motor tua dengan santai yang kulihat kira-kira 2 kilo di belakangku tadi selalu kutemui lagi di lampu merah. ah.. semakin emosi saja.

aku kemudian sadar, ternyata lampu merah itu sedang mengajariku untuk sabar. selalu ada waktu untuk melaju ketika lampu itu sedang hijau, atau pelan-pelan ketika sedang orange, atau mungkin aku harus berhenti sesaat ketika lampu itu sedang merah. aku tidak mungkin melaju ketika ia sedang merah, itu akan membahayakan diriku. Lampu itu mengajariku untuk tidak tergesa-gesa dalam mengandari motor di lalu lintas yang penuh dengan bahaya.. toh walau dikendarai dengan santai kita juga akan sampai di tujuan, dan yang terpenting, sampai di tujuan dengan selamat. ya.. tanpa aku sadari lampu merah itu juga mengajarkanku tentang kehidupan yang aku jalani, aku selalu tergesa-gesa menghadapi segala sesuatu, tetapi adakalanya lampu sedang merah dan aku harus berhenti sejenak dan menunggu hingga lampu itu hijau, kemudian aku dapat melaju lagi.


"Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang" (Amsal 23:18)



Sagan, 26 Januari 2011

Surat itu tak kunjung dijawab

Ngopi sore hari

Sore hari di depan benteng Vredeburg yogyakarta. saat itu..

Ketika banyak mobil-mobil mewah di jalan, becak-becak sangat mengganggu ketertiban..

ketika banyak papan-papan reklame yang besar, pedagang kaki-lima sangat mengganggu mata..
ketika banyak gedung-gedung mewah, gubuk-gubuk di hancurkan saja..
ketika tuan-tuan dan nyonya-nyonya besar keluar dari boutique, gelandangan sangat menyebalkan..

"kopi mas".., tiba-tiba pedagang kopi menghampiriku..


Aku, pemandangan itu dan kopi ABC susu di sore hari yang indah..



15 jan 2011. Benteng Vredeburg, Malioboro

About Me

My photo
.. what a wonderful world .. ..life to happy, happy to life.. ..i love my family.. ..Jessy & Given..

Followers